KUMPULAN ARTIKEL

MOTIVASI

ASKEP

LIFESTYLE

HEALTH

BLOGGING


Sabtu, Maret 26, 2016

Pusat Kesehatan Masyarakat

  Keperawatan dan Kesehatan)
Sebagaimana diketahui, kompleksitas pelayanan kesehatan (Health Care) yang terdapat di masyarakat, secara umum dapat dibedakan atas tiga macam, yakni :
>1. Pelayanan kesehatan tingkat pertama (Primary Health Care) ialah pelayanan kesehatan yag lebih mengutamakan pelayanan yang bersifat dasar. Pelayanan dilakukan bersama masyarakat dan ditulang punggungi oleh tenaga medis, yakni dokter umum atau paramedis dengan sifat pelayanan berobat jalan (ambulatory service).

>2. Pelayanan kesehatan tingkat kedua (Secondary health care), ialah pelayanan kesehatan yang lebih mengutamakan pelayanan spesialis dan bahkan kadang-kadang sub spesialis tetapi masih terbatas. Pelayanan jenis ini dilakukan oleh dokter spesialis dan atau dokter subspesialis terbatas serta sifatnya dapat merupakan pelayanan jalan dan pelayanan rawat (inpatient service).
>3. Pelayanan kesehatan tingkat ketiga ( Tertiary health care).
>Ialah pelayanan kesehatan yamg lebih mengutamakan pelayanan spesialis serta subspesialis luas. Pelayanan jenis ini dilakukan oleh dokter spesialis dan subspesialis luas serta sifatnya dapat merupakan pelayanan jalan atau pelayanan rawat.
>
>Pelayanan kesehatan tingkat pertama adalah yang terpenting sifatnya, terutama bagi negara-negara berkembang. Pelayanan kesehatan tingkat pertama ini ditulang punggungi oleh Pusat Kesehatan Masyarakat yang oleh Pemerintah telah didirikan hampir disetiap pelosok tanah air.
>
>Sejarah Perkembangan Puskesmas
>Untuk negara Indonesia, konsep Puskesmas yang merupakan tulang punggung pelayanan kesehatan tingkat pertama dilahirkan pada tahun 1968 ketika dilangsungkan Rspat Kerja Kesehatan Nasional (Rakernas) pertama di Jakarta. Saat itu dibicarakan upaya mengorganisir sistem pelayanan kesehatan di tanah air, yang untuk pelayanan tingkat pertamanya dirasakan kuramg menguntungkan. Sebelum tahun 1968 tersebut pelayanan kesehatan tingkat pertama memang telah terdapat di Indonesia, seperti BKIA untuk melayani ibu, bayi dan anak, BP untuk pengobatan penyakit, petugas P4M umtuk mengatasi penyakit menular, tenaga penyuluh kesehatan untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan dan lain sebagainya.
>Sayangnya, masing-masing pelayanan ini tidaklah saling berhubungan, dengan kata lain : masing-masing fasilitas melaksanakan kegiatannya sendiri-sendiri. Demikianlah melalui Rakernas pertama tersebut, timbul gagasan untuk menyatukan semua pelayanan kesehatan tingkat pertama ini ke dalam satu organisasi. Organisasi yang dipercaya untuk menyatukan semua kegiatan tersebut diberi nama Pusat Kesehatsn Masyarakat
>Pada waktu gagasan Puskesmas dilahirkan, dibedakan atas empat macam yakni : puskesmas tingkat desa, timgkat kecamatan, tingkat kewedanan dan tingkat kanupaten. Pembagian ini tidak bertahan lama karena ketika dilangsumgkan Rakernas kedua tahun 1969, pembagian Puskesmas diperbaharui menjadi tiga macam, yakni :
>(1). Puskesmas tipe A, ialah Puskesmas yang dipimpin oleh dokter penuh.
>(2). Puskesmas tipe B, ialah Puskesmas yang dipimpin oleh dokter yang tidak penuh.
>(3). Puskes tipe C, ialah Puskesmas yang dipimpim oleh tenaga paramedik.
>
>Pada tahun 1970, ketika dilangsungkan Rakernas ketiga, dirasakan pembagian Puskesmas berdasarkan kategori tenaga ini kurang sesuai, karena Puskesmas tipe B dan tipe C yang tidak dipimpin oleh dokter penuh dan atau sama sekali tidak ada tenaga dokter tersebut, dirasakan sulit untuk mengembangkannya.
>Mulai tahun 1970 ditetapkan hanya ada satu Puskesmas, dengan wilayah kerja tingkat kecamatan atau pada suatu daerah dengan jumlah penduduk antara 30.000
>sampai 50.000 jiwa. Konsep berdasarkan wilayah kerja ini tetap dipertahankan sampai dengan akhir Pelita II pada tahun 1979.
>
>Pada dewasa ini ,kedua belas usaha kesehatan pokok yang menjadi beban tugas atau kegiatan Puskesmas ialah :
>1. Usaha pemulihan kesehatan atau pengobatan yang dilaksanakan di Balai Pengobatan.
>2. Usaha pemeliharaan kesehatan perseorangan dalam bentuk KIA dan KB yang dilaksanakan di Balai Kesejahteraan Ibu dan Anak / Klinik Keluarga Berencana.
>3. Usaha Kesehatan Sekolah.
>4. Usaha Kesehatan Lingkungan.
>5. Usaha Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular.
>6. Usaha Penyuluhan Kesehatan Masyarakat.
>7. Usaha Perawatan Kesehatan Masyarakat.
>8. Usaha Kesehatan Gigi.
>9. Usaha Kesehatan Gizi.
>10. Usaha Kesehatan Jiwa.
>11. Usaha laboratorium kesehatan masyarakat.
>12. Usaha pencatatan dan pelaporan data.
>
>Pengelolaan
>Dalam mengelola semua kegiatan yang dimiliki oleh Puskesmas, ada beberapa prinsip atau asas pokok yang harus diikuti, yaitu :
>1. Mengikutsertakan potensi masyarakat.
>2. Melaksanakan asas rujukan.
>3. Bertanggung jawab penuh atas wilayah kerjanya.
>4. Melaksanakan kegiatan secara terintegrasi.
>
>

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar