KUMPULAN ARTIKEL

MOTIVASI

ASKEP

LIFESTYLE

HEALTH

BLOGGING


Jumat, Maret 25, 2016

Peran dan Fungsi Perawat Profesional

( Keperawatan dan Kesehatan)
Merawat orang sakit adalah merupakan sifat kemanusiaan yang terdapat dalam diri manusia.

Setiap penyedia Pelayanan Kesehatan ( Health Provider ) hendaknya berupaya dalam meningkatkan peran dan fungsinya agar dapat memberikan Pelayanan yang bermutu tinggi kepada pengguna jasa kesehatan. Tenaga perawat sebagai tenaga profesional dan sebagai pront liner di layanan Rumah Sakit dituntut untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan profesional agar bisa bersaing baik di lingkungan nasional atau di internasional

Sehingga perawat bisa menjadi mitra kerja yang handal bagi profesi lain dan tim kesehatan lain.
Setiap individu yang turut serta dalam mengambil bagian dalam proses interaksi atau komunikasi akan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang lain. Keadaan ini oleh Rogers disebut sebagai Phenomenon Reciprocy (Rogers, 1970 : dikutip dari Leddy and Pepper 1985). Dalam konteks praktek keperawatan modern ( pendekatan Nursing Process) setidaknya ada beberapa pihak yang terlibat, yaitu antara lain : perawat, dokter, petugas RS lainnya, pasien, keluarga pasien dal lain-lain
Cara seseorang berkomunikasi sangat dipengaruhi oleh pemahamannya akan Peran yang dimilikinya di dalam suatu sistem.
Dan keberhasilan dalam komunikasi dengan klien didukung oleh beberapa hal, antar lain :
1. Respect, adalah sikap menghargai klien disaat menjalin komumikasi, karena pada dasarnya prinsip paling dalam pada sifat manusia adalah kebutuhan untuk dihargai.
2. Empathy, adalah kemampuan perawat untuk menempatkan diri pada situasi atau kondisi yang dialami oleh klien, sifat empathy akan dimiliki bila mempunyai kemampuan untuk memahami, mendengarkan, dan mengerti dan siap menerima masukan.
3. Clarity, adalah sifat keterbukaan saat berkomumikasi.
4. Humble, yaitu sikap rendah hati saat berkomunikasi.
Peran dipahami sebagai tingkah laku yang diharapkan dari seseorang sesuai dengan kedudukan atau posisi yang diberikan kepadanya.
Sedangkan Fungsi adalah tugas yang harus dilaksanakan oleh seseorang sehubungan dengan peran. Dan Tugas adalah kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan seseorang untuk memenuhi fungsinya.
Tugas adalah rincian fungsi yang harus dilaksanakan oleh seseorang sehubungan dengan hak, wewenang dan tanggung jawabnya.
Rogers (1970) mengemukakan bahwa hubungan timbal balik (reciprocal relation) adalah dasar proses keperawatan.
Hubungan antara perawat yang memiliki otoritas dalam pelayanan kesehatan dan klien dengan kebutuhan-kebutuhan kesehatan merupakan interaksi yang bersifat membantu dan maksud tertentu (helpful and purposeful). Perawat berpotensi mempengaruhi klien sehingga memungkinkan perawat membantu klien mengubah prilakunya ke arah peningkatan kesehatan.
Perawat profesional akan berkeinginan untuk mengubah prilaku klien menuju ke keadaan kesehatan yang lebih baik.
Dalam membina hubungan dengan orang lain, menurut Berto (1960) ada tiga aspek peran yang perlu dipahami oleh seseorang agar ia dapat mempengaruhi seseorang secara positif, yaitu :
-Role prescription.
Adalah pernyataan formal dan eksplisit tentang tingkah laku yang harus dilaksanakan oleh seseorang sesuai dengan peran yang diberikan kepadanya.
-Role description.
Adalah laporan tentang tingkah laku yang secara nyata atau sungguh-sungguh dilaksanakan oleh seseorang sesuai dengan peran yang diberikan.
-Role expectations.
Adalah gambar/ image yang dimiliki oleh orang banyak terhadap tingkah laku yang dilakukan oleh seseorang sesuai dengan peran yang diberikan kepada orang tersebut.
Dalam hubungan yang sangat naik (ideal relationship) antara perawat dan klien terdapat kesesuaian antara antara ketiga aspek tersebut.
Peran perawat dalam kurikulum Pendidikan DIII Keperawatan yaitu :
Pelaksana (executor), pendidik (educator), pembangkit motivasi(motivator), pengelola (adminisrator) dan peneliti (researcher). Semakin tinggi pendidikan perawat, semakin banyak dan semakin luas peran dan fungsi yang diembannya.
Fungsi Perawat adalah :
1. Mengkaji kebutuhan perawatan klien, kelompok dan masyarakat serta sumber-sumber yang tersedia dan potensial untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
2. Merencanakan tindakan perawatan, sesuai dengan keadaan klien dan tujuan asuhan keperawatan.
3. Melaksanakan rencana perawatan yang meliputi upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan, pemulihan dan pemeliharaan kesehatan, termasuk pelayanan klien dalam keadaan terminal.
4. Mengevaluasi hasil asuhan keperawatan.
5. Mendokumentasikan asuhan keperawatan.
6. Mengidentifikasi hal-hal yang perlu diteliti atau dipelajari, serta merencanakan studi khusus guna meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan keterampilan dalam praktek keperawatan.
7. Berperanserta dalam melaksanakan penyuluhan kesehatan kepada klien, keluarga, kelompok dan masyarakat.
8. Bekerjasama dengan displin lain yang terlibat dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada klien, keluarga, kelompok dan masyarakat.
9. Mengelola perawatan klien dan berperan sebagai ketua tim dalammelaksanakan kegiatan keperawatan.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar