KUMPULAN ARTIKEL

MOTIVASI

ASKEP

LIFESTYLE

HEALTH

BLOGGING


Jumat, Maret 11, 2016

Gejala, Jenis, Faktor Penyebab, dan Penanganan Stroke

Penyakit ini merupakan salah satu "selebritis" dalam permasalahan kesehatan yang ada di Indonesia termasuk di dunia. Dalam "keahliannya" membunuh para penderitanya, stroke termasuk jajaran 10 besar penyakit paling mematikan di dunia. 

 Bagaimana cara mengenali gejala stroke?? Jenis-jenis penyakit stroke?? dan pertanyaan lain yang menyangkut stroke, tidak salah jika Anda meluangkan waktu beberapa saat untuk berkenalan dengan penyakit yang satun ini. 
 Secara ringkas, penyakit stroke adalah berkurangnya suplai oksigen atau darah ke otak. Otak tidak bisa berfungsi dengan baik jika kekurangan oksigen, termasuk komunikasi otak dengan bagian-bagian tubuh lainnya. Jaringan otak pun lama kelamaan mengalami degenerasi (mati). 
Berkurangnya pasokan oksigen ke otak ini terjadi akibat penyempitan, penyumbatan di pembuluh darah atau pecahnya pembuluh darah. 

Gejala Stroke Perhatikan Gejala-gejala Stroke di Bawah ini. Pada umumnya, stroke terjadi secara mendadak. 

Orang yang tampaknya sehat bisa terkena serangan stroke secara tiba-tiba. Pada saat itu, sel otak mati akibat kekurang suplai oksigen. Sel yang mati akan bertambah banyak dan bertambah luas dalam waktu yang cepat. 

Gejala-gejala stroke adalah sebagai berikut: Kelemahan atau kelumpuhan lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh. Hilangnya sebagian penglihatan atau pendengaran. Penglihatan ganda. Pusing. Bicara tidak jelas (rero). 

 Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat. Tidak mampu mengenali bagian dari tubuh. Pergerakan yang tidak biasa. Hilangnya pengendalian terhadap kandung kemih. Ketidakseimbangan dan terjatuh. Pingsan. 

Jenis Penyakit Stroke Penyakit stroke dapat secara garis besar dapat digolongkan menjadi dua, yaitu : Stroke Iskemik dan hemorragik. 

 Stroke iskemik adalah stroke yang terjadi karena penyumbatan pada pembuluh darah yang menuju ke otak sehingga pasokan oksigen dan nutrien ke otak mengalami gangguan. Sebagian besar stroke masuk ke dalam kategori ini. 

Stroke iskemik ini dibagi menjadi 3 jenis, yaitu : 
1. Stroke Trombotik: proses terbentuknya thrombus yang membuat penggumpalan. 
2. Stroke Embolik: Tertutupnya pembuluh arteri oleh bekuan darah. 
3. Hipoperfusion Sistemik : Berkurangnya aliran darah ke seluruh bagian tubuh karena adanya gangguan denyut jantung. 

Stroke hemorragik adalah stroke yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak sehingga terjadi pendarahan. 
Penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) rentan dengan stroke kategori ini. 
Hampir 70 persen stroke kategori ini terjadi pada penderita yang telah mengalami tekanan darah tinggi. 

 Stroke hemoragik ada 2 jenis, yaitu: 
 Hemoragik Intraserebral: pendarahan yang terjadi didalam jaringan otak. 
 Hemoragik Subaraknoid: pendarahan yang terjadi pada ruang subaraknoid (ruang sempit antara permukaan otak dan lapisan jaringan yang menutupi otak). 

 Faktor-faktor Penyebab Penyakit Stroke Faktor-faktor resiko suatu penyakit adalah suatu kondisi atau keadaan yang menyebabkan seseorang lebih rentan terhadap serangan suatu penyakit dibandingkan dengan orang lain yang tidak memiliki faktor-faktor resiko tersebut. Untuk penyakit stroke, faktor-faktor penyebab tersebut dapat dibagi dua menurut tingkat pengendaliannya, yaitu: 1. Faktor-faktor yang tidak bisa dihindari atau dikendalikan. Faktor-faktor ini merupakan faktor alamiah yang melekat pada seseorang tertentu. Tidak banyak yang bisa dilakukan untuk mengnendalikan faktor-faktor ini. 
2. Faktor-faktor yang bisa dikendalikan atau dihindari Faktor-faktor ini merupakan akibat dari kebiasaan yang buruk yang bisa meningkatkan resiko terkena penyakit stroke. Faktor-faktor ini lah yang seharusnya kita perhatikan agar bisa minimalkan kejadiannya pada diri kita masing-masing. Faktor-faktor yang Tidak Bisa Dikendalikan 

1. Usia. Dari berbagai studi yang dilakukan tentang penyakit stroke, umur merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya stroke. 

Pada umumnya, orang yang telah berumur tua lebih rentan terkena penyakit stroke dibandingkan dengan yang lebih muda. Ini adalah kondisi alamiah yang harus diterima. Pada saat umur bertambah, kondisi jaringan tubuh sudah mulai kurang fleksibel dan lebih kaku, termasuk dengan pembuluh darah. 
 2. Jenis Kelamin. Pria lebih rentan terkena penyakit stroke dibandingkan dengan perempuan. Hal ini mungkin lebih berhubungan dengan faktor-faktor pemicu lainnya yang lebih banyak dilakukan oleh pria dibandingkan dengan perempuan, misalnya merokok, minum alkohol, dan sebagainya. 
3. Ras atau warna kulit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang mempunyai ras warna kulit putih lebih banyak yang terkena stroke dibandingkan dengan ras dengan berwarna kulit berwarna gelap. 
4. Keturunan. Orang yang berasal dari keluarga yang memiliki riwayat terkena stroke akan lebih rentan dibandingkan dengan orang lain yang tidak memiliki riwayat penyakit tersebut dalam keluarganya. Faktor-faktor yang Bisa Dikendalikan Ini adalah faktor-faktor resiko penyakit stroke yang bisa dikendalikan. Bisa dikendalikan di sini artinya faktor-faktor tersebut bisa kita kendalikan kejadiannya pada diri kita. 

1. Hipertensi atau tekanan darah tinggi. Orang-orang yang terkena hipertensi memiliki resiko yang lebih besar untuk terkena serangan stroke. Bahkan tekanan darah tinggi ini merupakan penyebab penyakit stroke yang utama. Pada orang yang terkena darah tinggi, aliran darahnya menjadi tidak normal dan lambat akibat penyempitan yang terjadi pada pembuluh darah. Suplai oksigen dan glukosa ke otak pun (yang di bawa oleh aliran darah) juga akan mengalami penurunan. 
 2. Penyakit jantung. Penyakit jantung juga merupakan faktor penting yang menyebabkan serangan stroke. Gangguan atau kelainan jantung menyebabkan pemompaan darah ke seluruh bagian tubuh lainnya, termasuk ke otak, menjadi tidak normal. Dari hal ini bisa dipahami hubungan yang erat antara penyakit jantung dan stroke. 
3. Kencing manis. Penyakit kencing manis (diabetes mellitus) juga menjadi pemicu terjadinya serangan stroke pada seseorang. Orang yang terkena kencing manis akan mempunyai gangguan pada pembuluh darah yang juga mempengaruhi aliran darah. 
 4. Kadar kolesterol darah yang tinggi. Kandungan kolesterol dalam darah yang terlalu tinggi di atas ambang normal (hiperkolesterolemia) juga akan menjadi faktor pemicu terjadinya stroke. 
5. Merokok. Kebiasaan merokok akan meningkatkan kadar fibrinogen di dalam darah. Fibrinogen yang tinggi dapat mempermudah terjadinya penebalan pembuluh darah yang akan menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku dan tidak lentur, serta bisa menimbulkan plak. 
6. Obesitas atau kelebih berat badan. 
7. Alkohol berlebihan. Secara umum, meningkatnya konsumsi alkohol selalu disertai dengan meningkatnya tekanan darah yang mengarah pada peningkatan risiko stroke iskemik dan hemoragik. Konsumsi alkohol yang tidak berlebihan dapat mengurangi daya penggumpalan platelet dalam darah, seperti halnya asnirin. Dengan demikian, konsumsi alkohol yang cukup justru dianggap dapat melindungi tubuh dan bahaya stroke iskemik. The New England Journal of Medicine (edisi 18 November 2000) melaporkan: “Physicians Health Study telah memantau, bahwa 22.000 pria yang selama 12 tahun mengonsumsi alkohol sekali sehari terbukti mengalami penurunan risiko stroke.” Klaus Berger M.D. (Brigham and Women’s Hospital, Boston) pula menemukan manfaat alkohol bila dikonsumsi seminggu sekali. Akan tetapi realitasnya, disiplin penggunaan manfaat alkohol dalam konsumsi sangat sulit dikendalikan dan efek sampingnya justru lebih berbahaya. Penelitian lain pula menyimpulkan: “Dengan mengonsumsi alkohol secara berlebihan dapat memengaruhi jumlah platelet yang mengarah pada kekentalan dan penggumpalan darah. Alhasil, hal ini akan menyebabkan pendarahan di otak dan meningkatkan risiko stroke iskemik.” 
 8. Obat-obatan terlarang. Penggunaan obat-obatan terlarang seperti kokain dan senyawa olahannya dapat menyebabkan stroke, di sampingg memicu faktor risiko lain seperti hipertensi, penyakit jantung dan pembuluh darah. Kokain juga meyebabkan gangguan atau memercepat denyut jantung (arrythmias). Obat-obatan tersebut menyebabkan pembentukan gumpalan darah. Diakui bahwa marijuana mampu mengurangi tekanan darah dan apabila berinteraksi dengan faktor risiko lain, seperti hipertensi dan merokok, akan menyebabkan tekanan darah naik turun dengan cepat. Keadaan ini berpotensi merusak pembuluh darah. 
9. Cedera kepala dan leher. Cedera pada kepala dapat menyebabkan pendarahan di dalam otak. Kerusakannya pun sama seperti pada stroke hemoragik. Cedera pada leher, apabila terkait dengan robeknya tulang punggung atau pembuluh carotid — akibat peregangan atau pemutaran leher secara berlebihan atau karena tekanan pada pembuluh merupakan penyebab stroke yang cukup signifikan, terutama pada seorang berusia muda. 
10. Infeksi. Infeksi virus dan bakteri yang dapat bergabung dengan faktor risiko lain tersebut memicu terjadinya stroke. Secara alamiah, sistem kekebalan tubuh biasanya melakukan perlawanan terhadap infeksi yang meningkatkan peradangan dan menangkal infeksi pada darah. Sayangnya, reaksi kekebalan ini meningkatkan faktor penggumpalan darah yang justru memicu risiko stroke embolik-iskemik. - See more at: http://dedymeliala.blogspot.co.id/2012/05/gejala-jenis-faktor-penyebab
Bila Artikel ini berkenan bagi Anda Silahkan DownLoad Disini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar