KUMPULAN ARTIKEL

MOTIVASI

ASKEP

LIFESTYLE

HEALTH

BLOGGING


Rabu, Januari 13, 2010

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI PREMATUR


Bayi Prematur adalah bayi baru lahir dengan berat badan kurang dari atau sama dengan 2500 gram atau umum kehamilan kurang dari 37 minggu.
Penyebab kelahiran Prematur :

  1. Kerlainan Uterus

  2. Kehamilan ganda

  3. Ketuban pecah dini

  4. Penyakit yang menyerang ibu

  5. Ibu dengan DM atau Erytroblastosis Fetalis

  6. Faktor-faktor lain :

    • Sosial ekonomi rendah

    • Riwayat kehamilan sebelumnya

    • Perdarahan perVaginam, spt Plasenta Previa


  • Pengkajian.
  • Data Objektif :
  • Pengkajian Umum :
    • Berat badan

    • Bentuk dan ukuran, adanya oedema, jumlah fat pada tubuh

    • Deformitas

    Pengkajian Pernafasan :
    • Bentuk Dada; simetris atau tidak

    • Otot-otot pernafasan ; cuping hidung, retraksi intercostae dan subclavicular.

    • Frekuensi pernafasan

    • Fungsi paru; ronchi, rales

    Pengkajian Kardiovaskular :
      Irama frekuensi jantung

  • Suara jantung
  • Warna bayi; cyanosis, pucat
  • Tekanan darah
  • Nadi perifer
  • CVP
  • Pengkajian Gastro Intestinal Tractus :
    • Tentukan ada tidaknya distensi abdominal

    • Tentukan tanda-tanda regurgitasi

    • Muntah : warna, bau, konsistensi

    • Tentukan adanya perdarahan : faeces

    • Tentukan peristaltic

    Pengkajian Traktus Urinarius :
    • Abnormalitas genitalis

    • Jumlah, warna, BJ urine

    Pengkajian Nueromuskuler ;
    • Gerakan bayi

    • Sikap / posisi bayi : flexi, extensi.

    • Reflek menghisap

    • Tingkat respon

    • Respon pupil

    Pengkajian temperature :
    • temperature axilla

    • Hubungan terhadap temperature lingkungan

    Pengkajian Kulit :
    • Merah : tanda-tanda iritasi

    • Textur kulit

  • Lesi atau rash
  • Data Subjektif :
    • Riwayat penyakit

    • Riwayat prenatal

    • Riwayat kelahiran terdahulu

    Permasalahan Pada Bayi Prematur.
      Kesulitan dalam melakukan adaftasi terhadap kehidupan ekstra uterin karena tidak maturnya system organ bayi.

    Masalah meliputi :

    1. Sistem Pernapasan, bayi sering mengalami aspiksia yang menyebabkan Apnea karena pengontrolan belum matur. RDS (Respirasi Distress Syndrome) karena paru-paru kurang cairan surfactan

    Tanda-tanda RDS ;

    • Retraksi Sternum

    • Grunting (merintih).

    • Takipnea, frekuensi pernapasan lebih dari 60 kali permenit

    • Napas cuping hidung

    • Sianosis

    RDS terjadi 4 sampai 6 jam setelah bayi lahir

  • Sistem Cardiovaskular, terjadi hipotensi dan hipovolemia karena kehilangan darah atau cairan yang berlebihan di banding ukuran tubuh.
  • Tanda-tanda : pucat, lemah, takhikardi, hipotensi.

  • Masalah Hematologi
  • Terjadi anemia dan perdarahan (Hb Normal 14,5 gr % - 18 gr %).
    Anemia adalah Hb kurang dari 12 gram %.
    Etiologi :

    • Kandungan sel darah merah turun pada saat kelahian.

    • Umur sel darah merah turun disbanding bayi normal

    • Pertumbuhan bayi premature lebih cepat disbanding bayi aterm

    • Sering terjadi defisiensi vit. E.


  • Masalah Nutrisi dan Gastro Intestinal Tractus.

    • Reflek menghisap dan menelan terutama bayi dengan usia kehamilan kurang dari 34 minggu

    • Motilitas berkurang, menyebabkan perut bayi kembung

    • Volume lambung menurun, terjadi peningkatan waktu kososng.

    • Aktifitas penyerapan lemak menurun.

    • Kekurangan enzim Laktase.

    • Kekurangan prsediaan Calsium. Phospor, Protein, Vit. A, Vit. C, E serta zat besi (Fe).


  • Masalah Metabolisme

    • Terjadi hypokalemia (kadar kalsium total kurang dari 7 mg / 100 cc).

    • Terjadi hypoglikemia (kadar Glokusa dalam darah kurng 30 mg / 100 cc).

    Tanda-tanda Hypoglikemia :

    • Apatis

    • Tremor

    • Apnoe
    • Menangis lemah

    • Sukar minum


  • Masalah Ginjal
  • Bayi lahir memiliki jumlah nefron normal (satu juta nefron) tapi fungsi kurang dibndingkan orang dewasa. Ginjal immature adalah filtrasi di glomurulus dan reasorbsi di tubulus menurun.

  • Pengaturan Suhu tubuh
  • Mudah terjadi hipotermi dan hipertemi, kondisi bayi tergantung pada keadaan lingkungan.
    Penyebab :

    • Lemak subkutan menurun

    • Permukaan kulit luas dibandingkan BB bayi

    • Mempunyai kemampuan sedikit untuk mengerakkan norepinephrin

    • Tidak dapat mengambil kalori yang cukup dalam menyediakan nutrisi untuk thermogenesis

    • Konsumsi Oksigen tidak dapat ditingkatkan.

    • Cold stress yang terjadi pada bayi menyebabkan vasokontriksi perifer, terjadi hipoksemia—aktifitas metabolic anaerob dan asidosis.


  • Kekebalan Tubuh
  • Mudah terjadi infeksi Immatur system kekebalan,
    Hipoksia dan Asidosis akan menekan Immunoselluler.

    DIAGNOSA KEPERAWATAN.


    1. Pola napas tidka efektif sehubungan dengan :


    • Perkembangan jaringan paru yang kurang baik.

    • Cairan surfactant kurang

    • Otot-otot pernafasan lemah

    • Dinding dada kurang stabil


  • Potensial terjadi hipotermia sehubungan dengan :
  • Tidak mampu mengontrol suhu tubuh, karena :
    • Menurunnya lemak dlam tubuh

    • Area permukaan tubuh luas

    • Kebutuhan metbolisme tinggi

    • Kontrol vasomotor berkurang


  • Potensial perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh sehubungan dengan :
    • Tidak mampu menghisap

    • Kemampuan stomach kecil

    • Menurunnya motility gaster (peristaltic)


  • Potensial terjadi hypoglikemia sehubungan dengan penyimpanan glycogen dalam tubuh terbatas

  • Potensial gangguan psikologis : cemas dari orang tua sehubungan dengan bayi premature

  • PERENCANAAN :
  • Tujuan : Pola nafas efektif.
  • Rencana Tindakan :
    • Observasi, catat dan laporkan bila ada perubahan frekuensi pernapasan, retraksi, cuping hidung, ekspansi dada menurun, perubahan warna, periode apneu

    • Letakkan posisi kepala ekstensi dengan menggunakan gulungan kecil (kain, handuk) dibawah bahu untuk memepertahankan posisi.

    • Pertahankan jalan napas pasien dengan keadaan bersih

    • Lakukan pengisapan cairan gaster untuk mengurangi distensi / mencegah posisi kepala agak tinggi kurang lebih 30 derajat.

    • Beri oksigen yang cukup untuk mengurangi sianosis

    • Awasi status metabolisme, ventilasi dan oksigenisasi melalui analisa gas darah

    • Lakukan observasi sesering mungkin terhadap perubahan kondisi


  • Tujuan : Tidak terjadi hipotermi
  • Rencana tindakan ;
    • Pertahankan bayi (isolasi) sampai BB lebih dari 2500 gram

    • .Beri lingkungan suhu tubuh yang netral dengan temperature Ambient lebih tinggi 2 derajat dari suhu tubuh

    • Bila bayi kedinginan, hangatkan pela-pelan, jangan lebih dari 1 derajat perjam

    • Monitor temperatur

    • Batasi kehilangan panas :

      • Penguapan, mandi hanya pada area permukaan kecil, lalu cepat keringkan. Jangan dimandikan bila suhu tidak stabil.

      • Convection : isolasi bayi bila BB kurang dari 1200 gram

      • Conduction : sebelumnya hangatkan seluruh tubuh bayi yang terbuka bila kontak dengan bayi.

      • Radiasi : letakkan bayi jauh dari jendela


  • Potensial terjadi perubahan nutrisi : kurang dari yang dibutuhkan tubuh.
  • Tujuan : kebutuhan nutrisi terpenuhi.
    Rencana Tindakan :
    Observasi, catat dan laporkan bila terjadi :

    • Emesis atau residu meningkat

    • Distensi Gaster

    • Perubahan warna dari dinding abdomen

    • Menunjukkan adanya konstipasi / sengkelit isi perut

    • Tonus bowel bawah terbatas.

    • Adanya darah dalam faeces

  • Perubahan volume dan konsentrasi dari makanan secara bertrahap
  • Catat respon terhadap sentuhan / pegangan makan
  • Timbang BB pada jam dan skala yan sama.

  • Tujuan : tidak terjadi hipoglikemia
  • Rencana Tindakan :
    • Periksa gula darah / destrotik test --- 2 jam sekali bila stabil atau 1 jam sekali bila tiak stabil.

    • Pasang infuse --- monitor luka tusukan infuse.

    • Pertahankan intake dan output (strict)

    • Catat prilaku perubahan mental

    • Tujuan : tidak terjadi kecemasan / cemas berkurang.


    Rencana Tindakan :
      Orientasi orang tua ke ruangan / unti rawat, kebijakan RS dan Jam berkunjung.

  • Beritahukan krisis dari kelahiran premature.
  • Tingkatkan harga diri pasien dan tekankan pentingnya kontak secara konsisten.
  • Ajarkan orang tua tentang bagaimana efektifnya orang tua bayi yang dirawat di RS (kontak sensorik)
  • Berikan informasi akurat.
  • Tolong orang tua untuk mengatasi kesulitan, identifikasi dan menjadi pendukung selama fase sulit.
  • Motivasi untuk ekspresi perasaan.
  • Motivasi dalam berpartisipasi merawat anak.

  • EVALUASI
    • Status pernapasan stabil dan AGD dalam batas normal.

    • Bayi dapat mempertahankan suhu tubuh ( 36,5 - 37 derajat)

    • Tidak terjadi kehilangan panas

    • Pola makan anak terbentuk, ditoleransi sesuai pertumbuhan rata-rata :
      Kurang dari 30 mg –> 20 gr / hari.
      Lebih dari 30 mg –> 30 gr / hari.
      Kebutuhan kalori 110 – 140 kkal / kgBB / hari.
      Atau 120 – 150 kkal / kgBB / hari.
      Kebutuhan Protein : 2 – 4 gr.




    Bila Artikel ini berkenan bagi Anda
    Silahkan DownLoad

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar